Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Sistem Informasi Online

Download File

Informasi Bagi Dosen :

Dokumen Fakultas :

Peraturan Akademik FT. Untirta - beban SKS PDF Print E-mail
Written by Kurnia Nugraha, ST. MT.   
Monday, 19 July 2010 16:39
Article Index
Peraturan Akademik FT. Untirta
beban SKS
All Pages

3.1.4 Beban Satuan Kredit Semester (SKS) Kegiatan Kuliah

Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan kuliah ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri atas tiga kegiatan berikut:

1. 1 jam perkuliahan terjadwal

2. 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, antar lain menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas pembuatan referat, menerjemahkan suatu artikel, dan sebagainya;

3. 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.

3.1.4 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Seminar dan Kapita Selekta

Satu satuan kredit semester (1SKS) kegiatan seminar dan kapita selekta pada dasarnya mengacu pada kegiatan kuliah (butir 3.1.4). Kegiatan seminar dan kapita selekta diatur sebagai berikut:

1. Jumlah kepustakaan yang dijadikan acuan mahasiswa dan kemudian dirangkum dalam menulis makalah dan dipresentasikan di depan forum untuk bobot 1 SKS adalah minimum 3 buah judul, tergantung bobot kepustakaannya.

2. Mahasiswa secara bergilir diberi peran sebagai penyaji makalah, pembahas, atau moderator.

3.1.5 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Praktikum di Laboratorium dan Sejenisnya

Satu satuan kredit semester (1SKS) kegiatan praktikum di laboratorium dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi sekitar 2 jam kerja laboratorik terjadwal, disertai oleh:

1. 1-2 jam kegiatan terstruktur, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar yang bersangkutan, misalnya diskusi dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester, dan

2. 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.

3.1.6 Beban Satuan Kredit Semester Kerja Lapangan dan Sejenisnya

Satuan kredit semester (1 SKS) kerja lapangan dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi sekitar 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh:

1. 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, konferensi kasus, dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester, dan

2. 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.

3.1.7 Beban Satuan Kredit Semester Penelitian, Penulisan Skripsi, dan Sejenisnya

Satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan penelitian, penulisan skripsi, dan sejenisnya pada dasarnya mengacu pada kerja lapangan (butir 3.1.6), yaitu setara dengan beban studi sekitar 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh:

1. 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, studi kepustakaan, penelitian laboratorium/lapangan, partisipasi pada sesuatu lembaga, dan sebagainya;

2. 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya mencari buku/jurnal di perpustakaan lain, menyiapkan penelitian, menulis skripsi/laporan tugas akhir, dan sebagainya.

3.1.8 Jenis Mata Kuliah

Jenis mata kuliah yang ditawarkan meliputi:

1. MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), ditujukan untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

2. MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan), ditujukan untuk memberikan landasan pengeuasaan ilmu dan keterampilan tertentu;

3. MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), ditujukan untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;

4. MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), ditujukan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;

5. MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), ditujuakn untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.


3.2 PENDAFTARAN MAHASISWA

Pada setiap awal semester, mahasiswa diwajibkan melakukan dua macam pendaftaran, yaitu pendaftaran administratif dan pendaftaran akademik.

3.2.1 Pendaftaran Administrasi

Pendaftaran administratif dilakukan untuk memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan dan untuk memperoleh kartu mahasiswa;

3.3.1.1 Persyaratan Bagi Mahasiswa Baru

(a) Lulus tes seleksi;

(b) Membawa Kartu Tanda Peserta Tes yang asli;

(c) Menyerahkan foto copy ijazah yang dilegalisir serta dengan menunjukkan ijazah aslinya ke BAAKPSI;

(d) Menyerahkan persyaratan pendaftaran mahasiswa baru ke BAAKPSI;

(e) Memperoleh surat pengantar pembayaran SPP dan biaya lainnya ke Bank yang ditunjuk oleh Untirta;

(f) Membayar SPP dan biaya lainnya yang di Bank dan memperoleh bukti pembayaran (Slip Bank);

(g) Menyerahkan bukti pembayaran SPP (Slip Bank) tersebut di BAAKPSI, kemudian memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM);

(h) Melakukan pendaftaran pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa di Bagian Kemahasiswaan BAAKPSI.

3.3.1.2 Persyaratan Bagi Mahasiswa Lama

(a) Melakukan pembayaran SPP ke Bank yang ditunjuk Untirta;

(b) Menyerahkan foto copy bukti pembayaran SPP (Slip Bank) di bagian keuangan BAUK dan bagian TU Fakultas.

3.3.1.3 Ketentuan Khusus

Dalam beberapa kasus, jika mahasiswa mengalami hambatan dalam memenuhi persyaratan administratif (misalnya SPP belum dibayar, dan alasan lain yang dapat dibenarkan), maka mahasiswa dapat mengajukan Cuti Kuliah (lihat tata cara pengajuan cuti kuliah).

3.3.2 Pendaftaran Akademik

Pendaftaran akademik dapat dilaksanakan apabila pendaftaran administratif telah selesai dilakukan. Tata cara pendaftaran akademik sebagai berikut:

3.3.2.1 Bagi mahasiswa baru.

(a) Membayar SPP di Bank yang ditetapkan Untirta,

(b) Setelah membayar SPP, maka mahasiswa memperoleh Password yang tertulis di kuitansi pembayaran SPP (Slip Bank).

(c) Membuka Website Untirta (www.untirta.ac.id), kemudian memilih menu Registrasi, masukkan password yang tertulis di kuitansi pembayaran SPP, lalu mengisi bio data mahasiswa secara on-line. Apabila telah benar dan lengkap isi biodata tersebut kemudian simpan;

(d) Setelah mengisi biodata, dilanjutkan dengan membuka menu Sistem Administrasi Akademik (SIAKAD), masukkan passwordnya dan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) secara on-line; setelah diisi secara benar dan lengkap simpan dan Print out KRS tersebut untuk dikonsultasikan dengan Dosen PA;

(e) Melakukan konsultasi KRS dengan Dosen Pembimbing Akademik (Dosen PA) dan disetujui dengan cara menandatangani KRS

(f) Menyerahkan print out KRS yang telah disetujui dosen PA ke Jurusan /Program Studinya masing-masing.

3.3.2.2 Bagi mahasiswa Lama

(a) Membayar SPP di Bank yang ditetapkan Untirta;

(b) Mengisi KRS melalui Sistem Administrasi Akademik (SIAKAD) On-Line sesuai dengan semester yang ditempuhnya;

(g) Melakukan konsultasi KRS dengan Dosen Pembimbing Akademik (dosen PA) dengan memperlihatkan Kartu Hasil Semester (KHS) sebelumnya;

(h) Menyerahkan print out KRS yang telah disetujui dosen PA ke Jurusan/Program Studinya masing-masing.

3.3.3 Kartu dan Daftar

Dalam penyelenggaraan administrasi akademik digunakan beberapa kartu dan daftar, antara lain:

3.3.3.1 Kartu Rencana Studi (KRS)

1. KRS berisi daftar mata kuliah yang akan ditempuh mahasiswa dalam semester bersangkutan;

2. KRS diisi oleh mahasiswa dan disetujui oleh Dosen Pembimbing Akademik (untuk program S1 dan Diploma) atau Ketua Program Studi (untuk program Pascasarjana);

3 KRS diisi dan diunduh secara on-line melalui website Untirta;

4. KRS diserahkan ke Jurusan/Program Studi masing-masing.

3.3.3.2 Perubahan Kartu Rencana Studi (PKRS)

1. Atas persetujuan Dosen PA, mahasiswa diperbolehkan mengubah KRS (mengganti, menambah, maupun mengurangi) sampai 14 hari kerja perkuliahan (2 minggu). Lewat batas tersebut, perubahan KRS tidak diijinkan.

2. KRS yang telah direvisi harus diserahkan kepada Jurusan/Program Studi masing-masing.

3.3.3.3 Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen (DHMD)

1. DHMD bersisi Nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang mengikuti mata kuliah yang diambil dan tertulis di KRS;

2. DHMD ditandangani oleh mahasiswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, serta oleh dosen pengasuh mata kuliah atau asisten;

3. DHMD disimpan di Jurusan/Program Studi atau oleh Dosen/asisten dosen pengasuh mata kuliah bersangkutan.

3.3.3.4 Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA)

1. DPNA berisi Nama, NIM, Nilai, dan Tandatangan seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah sesuai dengan DHMD;

2. DPNA dibuat oleh Jurusan/Program Studi;

3. DPNA diserahkan oleh Jurusan/Prodi kepada Dosen/Asisten atau pengawas ujian pada saat Ujian Akhir Semester (UAS);

4. Pengembalian DPNA oleh Dosen kepada Jurusan/Prodi paling lambat 1 (satu) minggu setelah UAS mata kuliah yang bersangkutan dilaksanakan;

5. DPNA lampiran 1 asli disimpan di Jurusan/Prodi dan lampiran 2 tindasan disimpan oleh dosen yang bersangkutan;

6. Dosen wajib mengumumkan Hasil Ujian Akhir Semester mata kuliah yang bersangkutan melalui SIAKAD On-Line.

3.3.3.5 Kartu Hasil Studi (KHS)

1. KHS berisi nilai akhir semua mata kuliah yang ditempuh pada semester bersangkutan;

2. KHS diunduh secara On-Line oleh mahasiswa sebagai persyaratan untuk mengontrak mata kuliah pada semester selanjutnya;

3. KHS digunakan oleh Dosen Pembimbing Akademik sebagai pertimbangan persetujuan KRS semester berikutnya.

3.4 KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

1. Mahasiswa diperkenankan mengikuti kegiatan akademik (perkuliahan, penyusunan skripsi, menerima beasiswa, dan sejenisnya) apabila mahasiswa telah :

(a) Membayar biaya pendidikan

(b) Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)

(c) Melakukan Registrasi untuk mahasiswa baru

(d) Mengisi KRS semester bersangkutan

2. Pada saat mengikuti kegiatan belajar-mengajar mahasiswa wajib menandatangani Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen (DHMD).

 

3.5 PERSYARATAN UJIAN

Mahasiswa diperbolehkan mengikuti kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) apabila telah memenuhi persyaratan di bawah ini:

1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan

2. Memenuhi persyaratan akademik

3. Untuk menempuh ujian akhir semester harus memenuhi persyaratan kehadiran sebagai berikut:

(a) Sekurang-kurangnya 80% aktif mengikuti perkuliahan;

(b) Mengikuti seluruh kegiatan (100%) praktikum laboratorik, kerja lapangan, seminar, dan sejenisnya;

(c) Bagi yang sakit lebih dari 6 (enam) hari wajib melampirkan surat keterangan dokter.

4. Mahasiswa wajib menunjukkan KTM apabila diminta oleh petugas pengawas ujian.

5. Untuk menempuh ujian akhir (ujian komprehensif, sidang skripsi, sidang tesis, atau kegiatan sejenis) mahasiswa harus sudah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

(a) Lulus seluruh mata kuliah yang wajib ditempuh dan memenuhi beban studi kumulatif yang dipersyaratkan.

(b) Telah menyusun dan menulis laporan tugas akhir (untuk program diploma) atau skripsi (untuk program sarjana), atau thesis (untuk program magister), dan kegiatan lain yang sejenis.

(c) Laporan Tugas Akhir dan Skripsi tersebut telah di setujui (layak uji) oleh dosen pembimbing serta ketua Jurusan/Program Studinya.

(d) Untuk Tesis, telah disetujui oleh Pembimbing Tesis dan Ketua Program Studinya.

3.6 PENULISAN LAPORAN TUGAS AKHIR, SKRIPSI, dan TESIS

3.6.1 Penulisan Laporan Tugas Akhir Program Diploma

Pada akhir studi Program Diploma, mahasiswa diwajibkan melakukan penyususnan dan penulisan Laporan Tugas Akhir, sesuai dengan buku panduan penulisan Laporan Tugas Akhir di masing-masing Program Diploma. Adapun persyaratan umum untuk mahasiswa diploma adalah sebagai berikut:

(c) Mahasiswa boleh menyusun laporan tugas akhir apabila telah menyelesaikan mata kuliah sekurang-kurangnya 85 % beban studi kumulatif yang dipersyaratkan;

(d) Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasayarat bagi penyusunan dan penulisan laporan tugas akhir;

(e) Menyelesaikan persyaratan administratif

(f) Menyelesaikan persyaratan akademik

(g) Pembimbing pada dasarnya adalah tenaga akademik yang sekurang-kurangnya memiliki jabatan akademik Assisten Ahli;

(h) Pembimbing ditetapkan melalui surat keputusan Dekan atas dasar usulan Ketua Jurusan/Program Studi;

(i) Apabila untuk laporan tugas akhir diperlukan Pembimbing Pendamping (tenaga ahli luar biasa) dapat mengambil tenaga ahli tersebut dari luar;

(j) Apabila tugas akhir studi tidak dapat diselesaikan dalam semester yang bersangkutan, maka:

· Mahasiswa diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali mata kuliah skripsi di KRS (Judul dan Pembimbing tidak berubah);

· Pada semester bersangkutan Laporan Tugas Akhir tersebut diberi huruf “K”, sehingga tidak digunakan untuk penghitungan IP dan IPK.

(k) Apabila Laporan Tugas Akhir itu tidak dapat diselesaikan dalam 2 (dua) semester berturut-turut, maka:

· Laporan Tugas Akhir tersebut diberi huruf mutu “E”;

· Mahasiswa diwajibkan menempuh kembali kegiatan penyusunan dan penulisan Laporan Tugas Akhir tersebut dengan Topik yang berbeda (yang baru) sedangkan Pembimbing dapat berubah atau tetap;

· Selanjutnya berlaku ketentuan sebagaimana butir (h) di atas.

(l) Huruf mutu Laporan Tugas Akhir sekurang-kurangnya adalah “C”.

3.6.2 Penulisan Skripsi Program Sarjana

Pada akhir studi Program Sarjana, mahasiswa diwajibkan melakukan penyusunan dan penulisan Skripsi, dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam buku Pedoman Penyusunan dan Penulisan Skripsi di masing-masing Jurusan/Program Studi. Adapun persyaratan umum penyusunan dan penulisan skripsi adalah sebagai berikut:

3.6.2.1 Persyaratan Umum

(a) Mahasiswa boleh menempuh mata kuliah Skripsi (menyusun skripsi) apabila telah menyelesaikan seluruh mata kuliah atau sekurang-kurangnya 80% beban studi kumulatif yang dipersyaratkan;

(b) Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat Skripsi;

(c) Menyelesaikan persyaratan administratif

(d) Menyelesaikan persyaratan akademik;

(e) Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)

(f) Memiliki KRS yang mencantumkan skripsi sebagai salah satu mata kuliah yang diampu;

(g) Tidak sedang mengambil “Cuti Kuliah”

3.6.2.2 Pembimbing Skripsi

(a) Pembimbing skripsi adalah tenaga akademik tetap.

(b) Pembimbing skripsi ditetapkan oleh Dekan atas usulan Ketua Jurusan/Program Studi;

(c) Pembimbing skripsi dapat lebih dari 1 (satu) orang, Pembimbing Utama (Pembimbing I) pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap dengan jabatan akademik serendah-rendahnya Lektor Kepala untuk yang berpendidikan S1, Lektor untuk yang berpendidikan S2 dan S3.

(d) Pembimbing Pendamping (Pembimbing II) pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap dengan jabatan akademik serendah-rendahnya Asisten Ahli untuk yang berpendidikan S2, Lektor untuk yang berpendidikan S1;

(e) Apabila untuk skripsi dibutuhkan pembimbing ahli (Pembimbing Luar Biasa), dapat mengangkat dari instansi/lembaga di lainnya.

3.6.2.3 Ketentuan Lain

(a) Apabila Skripsi tidak dapat diselesaikan dalam satu semester, maka:

· Mahasiswa masih diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik dan Pembimbing tetap sama)

· Pada akhir semester bersangkutan skripsi tersebut diberi huruf “K”, sehingga tidak digunakan untuk perhitungan IP dan IPK;

(b) Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-turut, maka :

· Skripsi tersebut diberi huruf “E”;

· Mahasiswa diharuskan menempuh kembali skripsi tersebut dengan topik yang berbeda (yang baru) dengan Pembimbing bisa berbeda atau tetap sama;

· Selanjutnya berlaku ketentuan seperti pada butir (a) di atas.

(c) Huruf mutu Skripsi sekurang-kurangnya adalah “C”;

(d) Skripsi yang ternyata ditulis dan diselesaikan di saat mahasiswa sedang “CUTI KULIAH”, maka penulisan skripsi tersebut tidak dibenarkan dan hasil bimbingannya dianggap gugur. Kepada mahasiswa tersebut diwajibkan memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa aktif terlebih dahulu;

(e) Ujian Skripsi diselenggarakan pada akhir studi, yaitu pada Sidang Ujian Sarjana, yang meliputi:

· Ujian terhadap materi Skripsi

· Ujian komprehensif.

3.6.3 Penulisan Tesis

3.6.3.1 Persyaratan Umum

1. Mahasiswa dapat menyusun Tesis apabila mahasiswa telah menyelesaikan seluruh mata kuliah semester 1 dan semester 2 yang dipersyaratkan;

2. Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat Thesis;

3. Telah menyelesaikan persyaratan administratif;

4. Telah menyelesaikan persyaratan akademik;

5. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa;

6. Memiliki KRS yang mencantumkan Thesis sebagai salah satu mata kuliah;

7. Tidak sedang mengambil Cuti Kuliah.

3.6.3.2 Pembimbing Tesis

1. Pembimbing Tesis dapat lebih dari 1 orang yang ditetapkan oleh Direktur PPs atas usulan Ketua Program Studi;

2. Jika Pembimbing Tesis lebih dari 1 orang, Pembimbing Utama (Pembimbing I) adalah tenaga akademik tetap berpendidikan Doktor dengan jabatan akademik serendah-rendahnya Lektor. Pembimbing Pendamping (Pembimbing II) adalah tenaga akademik tetap berpendidikan serendah-rendahnya S2 dengan jabatan akademik serendah-rendahnya Lektor Kepala;

3. Apabila dalam keadaan tertentu dibutuhkan tenaga ahli tertentu yang tidak dimiliki oleh PPs Untirta, maka dapat mengangkat tenaga ahli tersebut dari luar sebagai Pembimbing Pendamping (Pembimbing II).

3.6.3.3 Ketentuan Lain

1. Apabila Tesis tidak dapat diselesaikan dalam satu semester, maka:

· Mahasiswa masih diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik Tesis dan Pembimbing tetap sama)

· Pada akhir semester bersangkutan Tesis tersebut diberi huruf “K”, sehingga tidak diperhitungkan IP dan IPK.

2. Apabila Tesis tidak dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-turut, maka:

· Tesis tersebut diberi huruf mutu “E”;

· Mahasiswa diharuskan menempuh kembali tesis tersebut dengan topik yang berbeda (Pembing bisa berbeda atau tetap);

· Selanjutnya berlaku ketentuan butir (a) di atas.

3. Huruf mutu Thesis sekurang-kurangnya adalah B

4. Tesis yang ternyata ditulis dan diselesaikan di luar ketentuan di atas atau dalam keadaan cuti kuliah, maka penulisan thesis tersebut tidak dibenarkan dan hasilnya dianggap gugur;

5. Dalam keadaan seperti butir (d) di atas, maka mahasiswa tersebut wajib mengganti topiknya dan mengulang penyusunan dan penulisan thesis dan proses bimbingannya;

6. Ujian Thesis diselenggarakan pada akhir studi, yaitu pada Sidang Ujian Magister, yang meliputi:

· Ujian terhadap materi Thesis

· Ujian kompetensi

7. Petunjuk lebih lengkap mengenai format penulisan Thesis dan ketentuan lainnya dapat dilihat dalam Buku Catatan Kemajuan Studi dan Pedoman Penulisan Thesis, yang merupakan pelengkap dan bagian tak terpisahkan dari buku Pedoman Akademik ini.

3.7 Predikat Kelulusan

3.7.1 Predikat Kelulusan Program Sarjana dan Program Diploma

IPK

2,00 – 2,75

Memuaskan

IPK

2,76 – 3,50

Sangat Memuaskan

IPK

3,51 – 4,00

Dengan Pujian (Cum Laude)

3.7.2 Predikat Kelulusan Program Magister

IPK

3,00 – 3.49

Memuaskan

IPK

3,50 – 3,74

Sangat Memuaskan

IPK

3,75 – 4,00

Dengan Pujian (Cum Laude)

 

CATATAN :

Penetapan predikat kelulusan “Dengan Pujian” atau Cum Laude dilakukan dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu (masa studi minimum) ditambah 1 tahun untuk program Sarjana dan Diploma dan 0,5 tahun untuk program Magister.

3.8 Bimbingan Akademik

Untuk membantu kelancaran belajar mahasiswa, fakultas/jurusan/program studi menetapkan Dosen Pembimbing Akademik (PA) yang akan membantu mahasiswa dalam kegiatan akademik selama menempuh studi program Sarjana dan Diploma. Jumlah mahasiswa yang dibimbing Dosen PA disesuaikan dengan kemampuan fakultas/jurusan/program studi. Secara ideal tiap dosen PA membimbing sebanyak-banyaknya 15 mahasiswa.

3.8.1 Tugas Dosen Pembimbing Akademik (PA)

1. Pada dasarnya setiap Dosen tetap dapat menjadi Dosen PA yang membimbing mahasiswa untuk keseluruhan program yang ditempuh (program diploma maupun program sarjana);

2. Dosen PA wajib berhubungan dengan mahasiswa yang dibimbingnya secara periodik untuk memantau perkembangan studinya, misalnya monev pada awal, pertengahan, dan akhir semester;

3. Dosen PA wajib memiliki, mengisi, dan menyimpan Buku Informasi Mahasiswa (BIM), baik untuk kepentingan bimbingan akademik maupun bimbingan pribadi apabila diperlukan;

4. secara ringkas tugas Dosen PA adalah:

· Membantu mahasiswa menyusun rencana studi

· Memberi pertimbangan kepada mahasiswa dalam menentukan beban studi dan jenis mata kuliah yang akan ditempuh

· Memantau hasil studi IP dan IPK.

3.8.2 Pembimbingan pada Program Magister

Pembimbingan pada Program Magister dapat diselenggarakan oleh Program Pascasarjana dengan ketentuan-ketentuan yang diatur secara khusus.

BAB IV

EAVALUASI HASIL BELAJAR DAN BATAS WAKTU STUDI

4.1 EVALUASI

Pada umumnya evaluasi hasil belajar mahasiswa dilakukan sekurang-kurangnya dua kali pada setiap semester, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Walaupun demikian setiap fakultas dan Jurusan/Program Studi dapat menambah bentuk evaluasi lain apabila dianggap penting.

4.1.1 Nilai Akhir

Nilai akhir suatu mata kuliah yang diperoleh mahasiswa dinyatakan dengan dua cara, ayitu huruf mutu dan anggka mutu, yang dibagi ke dalam peringkat berikut:

Huruf Mutu

(HM)

Angka Mutu

(AM)

A

4

B

3

C

2

D

1

E

0

T

-

K

-

4.1.2 Huruf Mutu T (Tidak Lengkap)

Seorang mahasiswa dinyatakan memperoleh huruf mutu T jika memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Diberikan kepada mahasiswa yang belum memenuhi seluruh komponen evaluasi akhir semester yang ditetapkan dosen (misalnya belum mengumpulkan tugas paper, dan sejenisnya);

2. Setelah evaluasi pada butir (1) dipenuhi mahasiswa dalam waktu 2 minggu terhitung sejak ujian akhir semester mata kuliah bersangkutan, maka huruf mutu T harus diganti menjadi A, B, C, D, atau E;

· apabila evaluasi pada butir (1) di atas tidak dipenuhi dalam batas waktu 2 minggu, maka huruf mutunya harus diganti menjadi E

· huruf mutu T tidak dapat diubah menjadi K, kecuali apabila mahasiswa tidak dapat menempuh ujian akhir semester susulan atas dasar alasan yang dapat dibenarkan (misalkan sakit).

4.1.3 Huruf Mutu K (Kosong)

Seorang mahasiswa dinyatakan memperoleh huruf mutu K jika memenuhi ketentuan sebagai berikut:

(1) Mahasiswa mengundurkan diri dari kegiatan perkuliahan setelah batas waktu perubahan KRS (2 minggu setelah kegiatan akademik berjalan) dengan alasan yang dapat dibenarkan dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter;

(2) Dikenakan pada satu atau beberapa mata kuliah pada semester bersangkutan dalam hal mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian akhir semester atas dasar alasan yang dapat dibenarkan seperti pada butir (3) di bawah ini, sehingga tidak dapat mengikuti ujian akhir semester susulan;

(3) Alasan yang dapat dibenarkan untuk memberikan huruf mutu K adalah:

· Sakit atau kecelakaan yang memerlukan perawatan lama yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter. Ketentuan ini tidak berlaku bagi mahaiswa yang cuti melahirkan;

· Musibah keluarga yang mengharuskan mahasiswa meninggalkan kegiatan belajarnya dalam waktu lama, dengan dikuatkan surat keterangan yang diperlukan;

(4) Alasan lain yang dapat dibenarkan untuk memberi huruf mutu K adalah surat ijin dari Dekan, Direktur Pascasarjana, dan Rektor atas kondisi mahasiswa yang melahirkan pada saat akan menghadapi Ujian Akhir Semester.

(5) Mata kuliah yang memiliki huruf mutu K tidak digunakan untuk penghitungan IP atau IPK;

(6) Bagi mahasiswa yang memperoleh huruf K bagi seluruh beban studi dalam semester yang bersangkutan, tidak diperhitungkan dalam batas waktu studi dan dianggap sebagai cuti kuliah;

(7) Apabila butir (5) di atas terjadi untuk kedua kalinya, maka semester bersangkutan dianggap sebagai cuti kuliah atas ijin Rektor, sehingga akan mengurangi jatah mahasiswa yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan cuti kuliah;

(8) Apabila butir (5) diatas terjadi untuk ketiga kalinya berturut-turut atau terpisah-pisah, maka semester bersangkutan dianggap sebagai cuti kuliah atas ijin Rektor yang kedua kalinya. Hal ini tidak diperhitungkan dalam batas waktu studinya, namun menggugurkan hak mahasiswa untuk memperoleh kesempatan cuti kuliah atas ijin Rektor;

(9) Cuti kuliah setelah melewati periode pada butir (7) di atas dengan alasan seperti pada butir (3), diperkenankan, namun diperhitungkan dalam batas waktu studinya;

(10) Kalau mata kuliah yang memperoleh huruf mutu K itu telah ditempuh kembali pada kesempatan lain, maka huruf mutunya dapat berubah menjadi A, B, C, D, atau E.

4.1.4 Huruf Mutu Akhir yang Sah

1. Nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah hanya dianggap sah apabila:

· Mahasiswa terdaftar pada semester bersangkutan;

· Mata kuliah tersebut terdaftar dalam KRS mahasiswa yang bersangkutan pada semester bersangkutan.

2. Semua nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah yang tidak memenuhi persyaratan butir (1) di atas dinyatakan tidak berlaku (gugur).

4.1.5 Evaluasi Hasil Belajar

1. Evaluasi hasil belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah sekurang-kurangnya merupakan gabungan dari 3 (tiga) macam penilaian:

· Ujian tengah semester

· Ujian akhir semester

· Nilai-nilai lainnya, antara lain: tugas, kuis, laporan hasil praktikum, kerja lapangan, laboratorik, atau ujian praktikum/praktik.

Bobot tiap macam penilaian ditetapkan oleh dosen yang bersangkutan.

2. Dalam sistem SKS, Dosen tidak dibenarkan untuk mengadakan evaluasi/ujian ulangan untuk mengubah nilai akhir mahasiswa pada semester yang bersangkutan, karena dengan menggunakan sekurang-kurangnya tiga jenis evaluasi di atas dianggap telah memadai;

3. Nilai akhir yang diberikan oleh dosen harus merupakan huruf mutu yang pasti, yaitu A, B, C, D, atau E;

4. Nilai akhir (huruf mutu) ditulis di DPNA;

5. Dosen mata kuliah bertanggung jawab atas kebenaran nilai akhir (huruf mutu) yang telah ditulis di DPNA;

6. Perubahan nilai akhir (huruf mutu) hanya dapat dilakukan dengan menempuh kembali mata kuliah itu pada semester berikutnya.

4.1.5.1 Cara Penilaian

Penilaian dilakukan terhadap penguasaan materi oleh mahasiswa, baik yang bersifat kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Cara penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP), dengan kriteria sebagai berikut:

· 80 – 100% = A

· 68 – 79% = B

· 56 – 67% = C

· 45 – 55% = D

· 0 - 44% = E

Nilai*

Huruf Mutu

Angka Mutu

80 – 100

A

4,00

68 – 79

B

3,00

56 – 68

C

2,00

45 – 55

D

1,00

< 45

E

0,00

* Pembulatan : < 0,5 pembulatan ke bawah, tetapi dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi fakultas/jurusan/program studi.

4.1.5.2 Perbaikan Huruf Mutu

Perbaikan huruf mutu dapat dilaksanakan pada semester reguler (semester ganjil atau genap) atau pada semester pendek..

4.1.5.2.1 Perbaikan Huruf Mutu pada Semester Reguler

Huruf mutu E harus diperbaiki dengan mengontrak (memasukkan dalam KRS) kembali mata kuliah bersangkutan pada semester berikutnya. Nilai maksimal perbaikan huruf mutu E untuk kesempatan pertama adalah C. Apabila huruf mutu C tersebut hendak diperbaiki lagi, maka berlaku ketentuan perbaikan huruf mutu C di bawah ini :

(1) Mata kuliah yang memiliki huruf mutu C harus dikontrak kembali (dimasukkan dalam KRS);

(2) Mata kuliah tersebut tidak perlu diikuti perkuliahannya tetapi wajib mengikuti UTS dan UAS serta tugas-tugas lainnya;

(3) Nilai C yang diperbaiki tersebut dapat berubah menjadi huruf mutu B atau A;

(4) Huruf mutu yang digunakan untuk perhitungan IP dan IPK adalah huruf mutu yang paling tinggi.

4.1.5.2.2 Perbaikan Huruf Mutu pada Semester Pendek

(1) Huruf mutu E, D, C, dan B dapat diperbaiki kembali dengan menempuh mata kuliah yang bersangkutan dengan mencantumkan dalam KRS semester pendek dan mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan;

(2) Jika huruf mutu yang diperoleh dari semester pendek tersebut lebih rendah dari huruf mutu yang telah ada, maka yang digunakan untuk menghitung IPK adalah huruf mutu sebelum perbaikan;

(3) Jika huruf mutu awalnya E maka nilai (huruf mutu) tertinggi yang diperoleh makasimal C (lihat ketentuan pada butir 4.1.5.2.1) di atas;

(4) Hasil perbaikan pada semester pendek dapat berupa huruf mutu A, B, C, D, atau E

4.1.5.3 Jumlah Huruf Mutu

Untuk dapat dinyatakan berhak mengikuti ujian akhir program (Ujian Komprehensif , Ujian Skripsi, atau Tesis), disyaratkan agar :

(1) Pada Program Sarjana (S1) dan Program Diploma, jumlah huruf mutu D maksimum 20% dari total beban studi kumulatif (seluruh beban studi yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan studinya);

(2) Pada Program Magister (S2) mahasiswa tidak diperkenankan memperoleh huruf mutu D ke bawah.

4.1.6 Indeks Prestasi Semester (IPS)

(1) Indeks prestasi (IP) adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester;

(2) IP dihitung pada tiap akhir semester;

(3) Rumus perhitungannya sebagai berikut (pembulatan kebawah apabila kurang dari 0,05 dan pembulatan keatas apabila sama/lebih dari 0,05) :

Jumlah (AM x SKS)

IP = ________________

Jumlah SKS

4.1.7 Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

(1) Indeks prestasi kumulatif (IPK) merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh;

(2) IPK dihitung pada tiap akhir semester

(3) Rumus perhitungannya sebagai berikut (pembulatan ke bawah apabila kurang dari 0,05 dan ke atas apabila sama/lebih dari 0,05);

Jumlah (AM x SKS) seluruh semester yang ditempuh

IPK = __________________________________________

Jumlah SKS seluruh semester yang ditempuh

(4) IPK digunakan untuk menentukan beban studi semester berikutnya seperti berikut:

(5) Rentang IPK dan jumlah SKS maksimum yang boleh diambil mahasiswa pada semester berikutnya :

Rentang IPK

Jumlah SKS maksimum

3,50 – 4,00

22 – 24

3,00 – 3,49

19 – 21

2,50 – 2,99

15 – 18

2,00 – 2,49

12 – 14

<2,00

11

Beban studi di atas diperhitungkan atas dasar perkuliahan yang kegiatannya minimal 1 – 3 tiap SKS (1 jam kegiatan terjadwal, ditambah 1 – 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 – 2 jam kegiatan mandiri). Beban Studi yang diambil akan berkurang apabila mata kuliah yang ditempuh berupa kegiatan praktikum, praktik kerja, praktik lainnya, atau skripsi;

(6) IPK digunakan sebagai kriteria untuk memberi sanksi akademik (lihat Bab V) dan evaluasi studi pada akhir program;

(7) Mahasiswa diperbolehkan mengambil beban studi semesteran yang kurang dari jumlah minimal yang diperkenankan, tetapi tidak diperbolehkan mengambil beban studi semesteran yang lebih besar dari jumlah maksimal yang diperkenankan;

(8) apabila mahasiswa memperbaiki huruf mutu E, D, atau C, dalam perhitungan IPK yang digunakan adalah huruf mutu yang lebih tinggi, misalnya

a. D diperbaiki menjadi E, maka yang digunakan adalah D

b. C diperbaiki menjadi A, maka yang digunakan adalah A

(9) Huruf T dan K tidak digunakan dalam perhitungan IPK; huruf T harus diubah menjadi A, B, C, D, atau E dalam waktu dua minggu setelah huruf T diumumkan sesuai dengan butir 4.1.2. (2).

4.1.8 Evaluasi Akhir Hasil Belajar

Mahasiswa dinayatakan telah menyelesaikan dan lulus dari suatu program pendidikan yang ditempuh apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:

4.1.8.1 Program Diploma

(1) Lulus semua mata kuliah dalam beban studi kumulatif yang ditetapkan;

(2)Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2,00

(3) Tidak terdapat huruf E;

(4) Huruf mutu D tidak melebihi 20% dari beban studi kumulatif;

(5) Telah menyusun dan menulis Laporan Tugas Akhir, dan/atau sejenisnya yang dipersyaratkan dan sekurang-kurangnya memperoleh huruf mutu C setelah diuji.

4.1.8.2 Program Sarjana

(1) Lulus semua mata kuliah dalam beban studi kumulatif yang ditetapkan;

(2) memiliki IPK sekurang-kurangnya 2,00

(3) tidak terdapat huruf E;

(4) huruf mutu D tidak melebihi 20% dari beban studi kumulatif;

(5) telah menyelesaikan penyusunan dan penulisan Skripsi atau sejenisnya yang dipersyaratkan dan sekurang-kurangnya memperoleh huruf mutu C setelah diuji.

4.1.8.3 Program Pascasarjana

(1) lulus semua mata kuliah dalam beban studi kumulatif yang ditetapkan;

(2) memiliki IPK sekurang-kurangnya 3,00;

(3) tidak terdapat huruf mutu D dan E;

(4) mengikuti seminar, ujian-ujian, ujian sidang, atau sejenisnya yang dipersyaratkan;

(5) telah menyelesaikan penulisan tesis atau sejenisnya dan mempertahankan dengan baik dalam ujian sidang yang ditetapkan.

4.2 BATAS WAKTU STUDI

4.2.1 Batas Waktu Studi Program Diploma

(1) Batas waktu studi paling lama 10 (sepuluh) semester sejak terdaftar sebagai mahsiswa Semseter I

(2) Cuti kuliah tidak dihitung dalam batas waktu studi tersebut.

4.2.2 Batas Waktu Studi Program Sarjana

(1) Batas waktu studi program Sarjana paling lama 14 semester terhitung sejak terdaftar sebagai mahasiswa pada semester I;

(2) Cuti kuliah tidak dihitung dalam batas waktu studi tersebut.

4.2.3 Batas Waktu Studi Program Magister

(1) Batas waktu studi program magister paling lama 10 semester terhitung sejak terdaftar sebagai mahasiswa semester I;

(2) Cuti kuliah tidak dihitung dalam batas waktu studi tersebut.

4.2.4 Cuti Kuliah

(1) Cuti kuliah merupakan hak mahasiswa untuk menghentikan studi sementara dengan ijin tertulis Rektor;

(2) Hak cuti kuliah maksimal 2 (dua) semester, baik secara berturut-turut maupun secara terpisah;

(3) Lama cuti kuliah tidak dihitung dalam batas waktu studi;

(4) Cuti kuliah tidak diperkenankan untuk mahasiswa semester 1 dan 2 dan/atau mahasiswa semester 13 dan 14.

4.2.5 Alur Prosedur Cuti kuliah diatur sebagai berikut:

(1) Mahasiswa mengajukan surat permohonan cuti kuliah yang disetujui oleh Dosen PA, ditujukan kepada Ketua Program Studi atau Jurusan sesuai jadwal/kalender akademik;

(2) Ketua Program Studi/Jurusan mempertimbangkan permohonan cuti kuliah tersebut dari segi akademik (IPK, batas waktu studi, dan jumlah tabungan SKS) dan merekomendasikannya ke Dekan melalui Pembantu Dekan I;

(3) Dekan melalui Pembantu Dekan I meneruskan permohonan tersebut kepada Rektor/Pembantu Rektor I melalui BAAKPSI;

(4) BAAKPSI memproses permohonan tersebut dan meminta persetujuan Rektor/PR I;

(5) Surat ijin cuti kuliah dibuat rangkap 6 dengan tembusan BAUK, Dekan/PD I, Ketua Prodi/Jurusan, Pusdainfo, Yang bersangkutan, dan arsip universitas;

(6) Jika mahasiswa melakukan cuti kuliah Tanpa Ijin Rektor maka ia akan dikenakan sanksi sebagai berikut:

(a) Untuk mendaftar kembali harus mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor melalui Dekan/Direktur Pascasarjana, apakah permohonan tersebut diterima atau ditolak;

(b) Dekan/Direktur Pascasarjana mengusulkannya kepada Rektor untuk diterbitkan Surat Ijin Melanjutkan Studi;

(c) Periode penghentian studi diperhitungkan dalam batas waktu maksimal program studinya;

(d) Diwajibkan membayar biaya pendidikan yang terutang;

(e) Hak cuti kuliah berikutnya tidak diberikan lagi dan dinyatakan hak cutinya telah habis;

(f) Menghentikan studi 2 semester berturut-turut atau secara terpisah tanpa ijin rektor, dikenakan sanksi pemutusan studi.

4.3 Alih Program Studi dan Pindahan dari Perguruan Tinggi Lain

4.3.1 Alih Program Studi Di Dalam Fakultas Yang Sama

Pada dasarnya alih program studi dalam lingkungan Fakultas dimungkinkan, namun diatur dengan persyaratan dan prosedur tertentu, yaitu:

(1) Persyaratan

· Mahasiswa aktif

· Telah menyelesaikan semester 1 dan 2

· IPK 1,90 sampai dengan 1,99;

· Tabungan kredit (huruf mutu D ke atas) untuk semester 2 sebanyak 24 SKS dan untuk semester 3 sebanyak 36 SKS;

· Nilai mata kuliah MPK harus sekurang-kurangnya B;

· Tidak memiliki huruf mutu E;

· Apabila disetujui permohonan alih program studi, maka mahasiswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan di atas materai yang diketahui oleh orang tua/wali yang berisi :

(a) Mahasiswa tersebut berstatus “Masa percobaan selama 2 semester”;

(b) Bersedia dikenakan sanksi “pemutusan studi” apabila selama 2 semester tersebut tidak menunjukkan prestasi akademik sebagai berikut:

- Pada akhir semester pertama di Prodi baru

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D keatas) sekurang-kurangnya 16 SKS.

ii. IP sekurang-kurangnya 2,00;

iii. Tidak memperoleh huruf mutu E.

- Pada akhir semester kedua di Prodi baru

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D ke atas) sekurang-kurangnya 32 SKS;

ii. IP sekurang-kurangnya 2,00;

iii. Tidak memperoleh huruf mutu E.

(2) Prosedur

(a) Mahasiswa membicarakan rencana alih program dengan Dosen PA terlebih dahulu berkaitan dengan jurusan/program studi baru yang akan dipilih;

(b) Atas pertimbangan akademik Dosen PA dapat menyetujui alih program yang diusulkan oleh mahasiswa bimbingannya;

(c) Mahasiswa mengajukan permohonan alih program dengan format yang telah disediakan oleh Fakultas dan disetujui oleh Dosen PA serta Ketua Prodi/Jurusan asal;

(d) Dekan meneruskan surat permohonan tersebut kepada Ketua Jurusan/Prodi yang dituju untuk minta pertimbangan dan persetujuan;

(e) Ketua Jurusan/Prodi memberikan pertimbangan dan membuat surat persetujuan ditujukan kepada Dekan

(f) Dekan menerbitkan surat rekomendasi alih program studi atas nama mahasiswa pemohon kepada Rektor melalui BAAKPSI;

(g) BAAKPSI meneruskan surat tersebut kepada Rektor melalui Pembantu Rektor I untuk memperoleh persetujuan universitas;

(h) BAAKPSI menerbitkan Surat Keputusan Alih Program Studi dengan menetapkan Nomor Induk Mahasiwa (NIM) yang baru;

(i) Surat Keputusan dibuat rangkap 6 (enam) untuk BAUK (bag. Keuangan); Pusdainfo; Dekan; Ketua Jurusan/Prodi; Yang bersangkutan; dan Arsip.

4.3.2 Alih Program Studi Antar Fakultas

(1) Persyaratan

· Mahasiswa aktif

· Telah menyelesaikan semester 1 dan 2

· IPK 1,90 s.d. 1,99

· Tabungan kredit (huruf mutu D ke atas) adalah 24 SKS pada akhir semester 2 atau 36 SKS pada akhir semester 3;

· Nilai mata kuliah MPK harus sekurang-kurangnya B;

· Tidak memiliki huruf mutu E;

· Apabila pindah program studi antar fakultas disetujui, mahasiswa wajib menandatangani surat pernyataan di atas materai yang diketahui orang tua/wali yang berisi:

(a) Mahasiswa tersebut berstatus “masa percobaan selama 2 semester;

(b) Bersedia dikenai sanksi akademik berupa “pemutusan studi”, apabila selama 2 semester tersebut tidak menunjukkan prestasi akademik sebagai berikut:

- Pada akhir semester pertama

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D ke atas) sekurang-kurangnya 16 SKS;

ii. IP sekurang-kurangnya 2,00

iii. Tidak memiliki huruf mutu E;

- Pada akhir semester kedua

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D ke atas) sekurang-kurangnya 32 SKS;

ii. IP sekurang-kurangnya 2,00;

iii. Tidak memiliki huruf mutu E.

(2) Prosedur Pindah Program Studi Antar Fakultas

· Mahasiswa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dosen PA dan Ketua Jurusan/Prodi mengenai rencana alih program studi untuk memperoleh saran dan pendapat berkaitan dengan jurusan/program studi baru yang akan dipilih;

· Atas pertimbangan akademik, Dosen PA dan Ketua Jurusan/Prodi dapat menyetujui rencana alih program studi tersebut;

· Mahasiswa mengajukan permohonan alih program studi kepada Dekan sesuai format yang disediakan oleh fakultas dan disetujui oleh Dosen PA serta ketua jurusan/Prodi asal;

· Dekan mempertimbangkan permohonan tersebut dan dapat langsung menolak permohonan tersebut. Surat penolakan didasarkan atas pertimbangan akademik, yaitu bertentangan dengan persyaratan di atas dan/atau Jurusan/Prodi yang baru lebih berat dibandingkan dengan Jurusan/Prodi asal.

· Apabila Dekan menyetujuinya, maka dibuat surat rekomendasi terhadap permohonan tersebut ditujukan kepada Dekan fakultas dimana jurusan/prodi baru berada dengan tembusan ke Rektor melalui BAAKPSI.

· Dekan fakultas dimana jurusan/Prodi baru yang diminati berada dapat mempertimbangkan sebagai berikut:

(a) Apabila menolak, maka prosedurnya adalah:

i. Dekan membuat surat penolakan tanpa meminta pertimbangan dari Ketua Jurusan/Prodi bersangkutan dengan alasan tidak memenuhi persyaratan di atas dan/atau jurusan/prodi yang yang dimohon lebih berat dibanding jurusan/prodi asal;

ii. Surat penolakan langsung dikirim ke Dekan fakultas asal mahasiswa;

iii. Dekan fakultas asal meneruskan surat penolakan tersebut kepada mahasiswa bersangkutan dan ketua jurusan/prodinya.

(b) Apabila menyetujui, maka prosedurnya adalah:

i. Dekan meneruskan surat permohonan tersebut kepada Ketua Jurusan/Prodi bersangkutan;

ii. Ketua jurusan/Prodi melakukan konversi mata kuliah dan nilai;

iii. Dekan membuat surat persetujuan pindah program studi dengan dilampiri hasil konversi nilai dan mata kuliah ditujukan kepada Rektor melalui BAAKPSI dengan tembusan Fakultas dan Jurusan/Prodi asal mahasiswa.

iv. Rektor membuat Surat Keputusan Pindah Program Studi Antar Fakultas yang berisi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang Baru dan Konversi Nilai/Mata kuliah dengan tembusan Dekan Fakultas dan Jurusan/Prodi Asal; Dekan Fakultas dan Jurusan/Prodi Baru; BAAKPSI (bidang Akademik); BAUK (bidang keuangan); Pusdainfo

4.3.3 Pindahan dari Perguruan Tinggi lain

1. Persyaratan Umum

· Untirta hanya menerima pindahan dari perguruan tinggi negeri yang sistem pendidikannya berdasar sistem kredit semester;

· Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 2 semester dan sebanyak-banyaknya 6 semester;

· Mata kuliah yang diakui adalah mata kuliah yang isi dan bobot kreditnya sesuai dengan mata kuliah fakultas/jurusan/prodi yang dituju di Untirta, serta memperoleh huruf mutu sekurang-kurangnya C (atau B bagi mata kuliah tertentu sesuai yang dipersyaratkan);

· Lama studi di perguruan tinggi asal diperhitungkan dalam batas waktu maksimal studi di Untirta;

· Tidak sedang dikenai sanksi akademik yang dinyatakan dengan surat keterangan Rektor perguruan tinggi asal;

2. Persyaratan Khusus

· Perpindahan studi harus ke fakultas/jurusan/prodi yang sejenis;

· Jumlah kredit mata kuliah pilihan bebas dari perguruan tinggi asal yang diakui adalah sebanyak yang dipersyaratkan fakultas/jurusan/prodi di Untirta;

· Ditempatnya yang baru dikenakan ketentuan “masa percobaan” maksimal 2 semester dengan menandatangani surat pernyataan di atas materai yang diketahui oleh orang tua/wali, yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan akan mendapat sanksi “pemutusan studi” apabila tidak menunjukkan prestasi seperti di bawah ini:

- Pada akhir semester pertama:

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D ke atas, yang ditempuh pada semester 1 di Untirta) sekurang-kurangnya 16 SKS;

ii. IP sekurang-kurangnya 2,50;

iii. Tidak memperoleh huruf mutu E

- Pada akhir semester kedua

i. Tabungan kredit (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu D ke atas, yang ditempuh pada semester 1 dan semester 2 di Untirta) sekurang-kurangnya 32 SKS;

ii. IP sekurang-kurangnya 2,00;

ii. Tidak memperoleh huruf mutu E.

iii.

· Syarat perpindahan:

(a) Awal Semester 3

- Tabungan kredit khusus (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu C ke atas) sekurang-kurangnya 32 SKS;

- IPK sekurang-kurangnya 3,00

(b) Awal Semester 4

- Tabungan kredit khusus (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu C ke atas) sekurang-kurangnya 48 SKS;

- IPK sekurang-kurangnya 3,00

(c) Awal Semester 5

- Tabungan kredit khusus (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu C ke atas) sekurang-kurangnya 48 SKS;

- IPK sekurang-kurangnya 3,00

(d) Awal Semester 6

- Tabungan kredit khusus (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu C ke atas) sekurang-kurangnya 64 SKS;

- IPK sekurang-kurangnya 3,00

(e) Awal Semester 7

- Tabungan kredit khusus (mata kuliah yang memperoleh huruf mutu C ke atas) sekurang-kurangnya 96 SKS;

- IPK sekurang-kurangnya 3,00.

3. Prosedur Pindah Program Studi

(a) Mahasiswa mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Rektor Untirta dengan melampirkan (1) Transkrip nilai, (2) Surat keterangan tidak sedang menerima sanksi akademik dari perguruan tinggi asal, (3) Surat keterangan berkelakuan baik dari pejabat kepolisian di daerah asal.

(b) Rektor Untirta akan meneruskan surat permohonan tersebut kepada Dekan fakultas yang dituju untuk memperoleh pertimbangan dan konversi nilai/mata kuliah Fakultas/Jurusan/Prodi.

(c) Atas dasar jawaban Dekan (menerima atau menolak) dari Prodi/Jurusan/Fakultas, Rektor akan mengeluarkan surat keputusan (menerima atau menolak) permohonan pindah tersebut dengan tembusan kepada Rektor perguruan tinggi asal.

4.3.4 Prosedur Pengajuan Undur Diri (keluar) dari Untirta

Bagi mahasiswa Untirta yang ingin pindah program studi ke Perguruan Tinggi lain, berlaku ketentuan sebagai berikut:

(a) Mahasiswa tersebut dianggap mengundurkan diri atas keinginan sendiri dari Untirta. Oleh karena itu yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan mengundurkan diri di atas materai dan diketahui oleh orang tua/wali, ditujukan kepada Rektor melalui Dekan fakultas masing-masing;

(b) Mengajukan permohonan pindah studi dengan dilampiri surat keterangan lunas biaya pendidikan dari BAUK;

(c) Untirta akan mengeluarkan surat keterangan (1) Tidak sedang dikenakan sanksi akademik, (2) Daftar nilai yang sudah ditempuh selama studi di Untirta, dan surat-surat lain yang dibutuhkan untuk pindah program studi yang dipersyaratkan oleh perguruan tinggi yang dituju.

 

BAB V

SANKSI AKADEMIK

5.1 PENGERTIAN SANKSI AKADEMIK

Sanksi akademik dapat berupa peringatan akademik dan/atau pemutusan studi.

5.2 PERINGATAN AKADEMIK

Peringatan akademik berbentuk surat peringatan dari Pembantu Dekan I bidang akademik yang memberitahukan adanya kekurangan prestasi akademik mahasiswa atau pelanggaran ketentuan akademik lainnya. Surat peringatan ini ditembuskan kepada orang tua/wali dan/atau instansi/lembaga pengirim (bagi mahasiswa tugas belajar). Tujuannya adalah untuk memperingatkan mahasiswa agar tidak mengalami pemutusan studi.

5.2.1 Peringatan Akademik Pada Program Diploma

Peringatan akademik dikenakan terhadap mahasiswa yang pada tiap akhir semester mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

(a) IP di bawah 2,00 dan/atau

(b) IPK di bawah 2,00

5.2.2 Peringatan Akademik pada Program Sarjana

(a) IP di bawah 2,00 dan atau

(b) IPK di bawah 2,00

Peringatan akademik berupa “anjuran untuk tidak melanjutkan studi” diberikan kepada mahasiswa yang menunjukkan kondisi prestasi akademik sebagai berikut:

(1) Pada akhir semester 2

(a) IPK di bawah 1,90 dan/atau

(b) Tabungan kredit (huruf mutu D ke atas) di bawah 24 SKS.

(2) Pada akhir semester III

(a) IPK di bawah 1,90 dan/atau

(b) Tabungan kredit (huruf mutu D ke atas) di bawah 36 SKS.

5.2.3 Peringatan Akademik pada Program Pascasarjana

Peringatan akademik dikenakan kepada mahasiswa yang pada tiap akhir semester berada pada kondisi di bawah ini:

(1) Mahasiswa reguler semesntara yang pada akhir semester 1 tidak memperoleh IP 3,00

(2) Mahasiswa reguler yang pada semester 2 tidak memperoleh IPK 3,25

(3) Mahasiswa reguler yang pada semester 3 memperoleh nilai C untuk suatu mata kuliah.

(4) Mahasiswa yang pada akhir semester 4 belum melakukan seminar usulan penelitian;

(5) Mahasiswa yang pada akhir semester 9 belum menempuh ujian akhir lisan terbuka untuk mempertahankan tesisnya.

5.2.4 Peringatan Akademik Karena Kelalaian Administratif

Peringatan akademik yang disebabkan oleh kelalaian administratif ini dikenakan kepada mahasiswa program diploma, sarjana, dan pascasarjana yang melalaikan kewajiban administratif, antara lain membayar SPP dan biaya pendidikan lainnya; melakukan registrasi dan her-registrasi, serta kewajiban adminsitrasi lainnya yang ditetapkan oleh masing-masing fakultas, Jurusan, maupun program studi. (lihat pedoman akademik di masing-masing fakultas).

5.3 PEMUTUSAN STUDI

Dengan dikeluarkannya Surat Pemutusan Studi berarti mahasiswa dikeluarkan dari fakultas/jurusan/program studi karena prestasinya rendah, kelalaian administratif, dan/atau kelalaian mengikuti kegiatan belajar mengajar.

5.3.1 Pemutusan Studi pada Program Diploma

Pemutusan studi pada program diploma disebabkan mahasiswa mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

(1) Pada akhir semester kedua memiliki:

(a) IPK di bawah 2,00 dan/atau

(b) Tabungan kredit (jumlah mata kuliah yang memiliki huruf mutu D ke atas) tidak mencapai 24 SKS.

(2) Pada akhir semester ketiga memiliki:

(a) IPK di bawah 2,00 dan/atau

(b) Tabungan kredit (jumlah mata kuliah yang memiliki huruf mutu D ke atas) tidak mencapai 36 SKS.

(3) Melebihi batas waktu studi kumulatif yang ditetapkan.

5.3.2 Pemutusan Studi pada Program Sarjana

Pemutusan studi pada program sarjana disebabkan mahasiswa mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

(1) Pada akhir semester keempat memiliki:

(a) IPK di bawah 2,00 dan/atau

(b) Tabungan kredit (jumlah mata kuliah yang memiliki huruf mutu D ke atas) tidak mencapai 48 SKS.

(2) Pada akhir semester keenam memiliki:

(a) IPK di bawah 2,00 dan/atau

(b) Tabungan kredit (jumlah mata kuliah yang memiliki huruf mutu D ke atas) tidak mencapai 72 SKS

(3) Melebihi batas waktu studi kumulatif yang ditetapkan.

5.3.3 Pemutusan Studi pada Program Pascasarjana

Pemutusan studi ini dikenakan kepada mahasiswa yang mengalami kondisi tersebut di bawah ini:

(1) Pada akhir semester V tidak mencapai IP 2,75

(2) Akhir semester II tidak mencapai IP 3,00

(3) Pada akhir semester I dan/atau semester II memperoleh huruf mutu di bawah C.

(4) Pada akhir semester V belum melaksanakan seminar usulan penelitian

(5) Mahasiswa yang pada akhir semester X belum menempuh sidang ujian tesis.

5.3.4 Pemutusan Studi karena Kelalaian Administratif

Pemutusan studi dikenakan kepada mahasiswa Program Pascasarjana yang menghentikan studi dua semester berturut-turut atau dalam waktu yang berlainan tanpa ijin Rektor (lihat ketentuan tentang Cuti Kuliah).

5.3.5 Pemutusan Studi karena Kelalaian Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar

Pemutusan studi dikenakan kepada mahasiswa Program Diploma, Program Sarjana, Program Pascasarjana yang telah mendaftar atau mendaftar kembali (registrasi/her-registrasi) secara administratif, tetapi:

(1) Tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada semester I dan/atau semester II tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(2), baik mengisi maupun tidak mengisi KRS (lihat butir 5.4.1);

(2) Tidak mengisi KRS dan/atau tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar dua semester berturut-turut atau secara terpisah, tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(2). (lihat butir 5.4.2); dan/atau

(3) Mengundurkan diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS dua semester berturut-turut atau secara terpisah, tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(4) (lihat butir 5.4.3).

5.4 SANKSI AKADEMIK LAIN

Sanksi lain dikenakan kepada mahasiswa yang telah mendaftarakan secara administratif pada semester I dan/atau semester II, baik mengisi KRS tetapi tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun sama sekali tidak mengisis KRS, tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(2), dianggap mengundurkan diri dan dikenai sanksi pemutusan studi.

5.4.1 Tidak Mengisi KRS dan Tidak Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar pada Semester I dan/atau Semester II

Mahasiswa yang telah mendaftarkan secara admnistratif pada semester I dan/atau semester II, baik mengisi KRS tetapi tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun sama sekali tidak mengisi KRS, tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(2), dianggap mengundurkan diri dan dikenai sanksi pemutusan studi.

5.4.2 Tidak Mengisi KRS

Mahasiswa yang telah registrasi atau her-registrasi tetapi tidak mengisi KRS (tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar) tanpa alasan yang dapat dibenarkan seperti tersebut pada butir 4.1.3.(3) dan butir 4.2.4.(2) dikenai sanksi berikut:

(1) Diberi peringatan keras secara tertulis oleh Pembantu Dekan I bidang akademik agar tidak mengulangi lagi;

(2) Semester yang ditinggalkan diperhitungkan dalam batas waktu maksimal penyelesaian studinya;

(3) Apabila perbuatan ini diulangi lagi, baik pada semester berikutnya maupun pada semester lain, mahasiswa dikenai sanksi pemutusan studi.

5.4.3 Mengundurkan Diri Sesudah Masa Perubahan KRS

Mahasiswa yang mengundurkan diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS tanpa alasan yang dapat dibenarkan (misalnya, sakit, kecelakaan, musibah) dikenai sanksi akademik berikut:

(1) Mata kuliah yang ditinggalkan dinyatakan tidak lulus (diberi huruf mutu E);

(2) Huruf mutu E tersebut digunakan dalam perhitungan IPK;

(3) Diberi peringatan keras secara tertulis oleh Pembantu Dekan I bidang akademik agar tidak mengulangi lagi;

(4) Semester yang ditinggalkan diperhitungkan dalam batas waktu maksimal penyelesaian studinya;

(5) Apabila perbuatan ini diulangi lagi, baik pada semester berikutnya maupun pada semester lainnya, maka mahasiswa dikenai sanksi pemutusan studi.

5.5 SANKSI PELANGGARAN

Apabila mahasiswa melakukan pelanggaran, setelah dibicarakan dengan Senat Fakultas, akan dikenai sanksi khusus, sedangkan penanganan masalah pidananya akan diserahkan kepada pihak berwajib. Jenis pelanggaran tersebut adalah seperti di bawah ini

5.5.1 Pelanggaran Hukum

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran hukum, baik yang berupa tindak pidana maupun penyalahgunaan obat-obat terlarang, narkotika, dan sejenisnya, serta penggunaan minuman keras dan sejenisnya, dan telah ditetapkan bersalah serta memiliki kekuatan hukum tetap, akan dikenai sanksi berupa skorsing sampai dengan pemutusan studi oleh Rektor sesuai dengan putusan tersebut.

5.5.2 Pelanggaran Etika Moral

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran etika moral berupa pelanggaran susila, memalsukan tandatangan, memalsukan nilai, dan sebagainya, akan dikenakan sanksi berupa skorsing oleh Dekan sampai dengan usulan pemutusan studi kepada Rektor.

5.5.3 Pelanggaran Etika Akademik

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran etika akademik berupa menyontek, menjiplak (makalah, laporan tugas akhir, skripsi, tesis, dsb), membocorkan soal, merubah nilai, dan sebagainya, akan dikenai sanksi berupa skorsing sampai dengan pemutusan studi.

Penetapan sanksi-sanksi di atas (butir 5.5.1; 5.5.2; dan 5.5.3) ditetapkan oleh masing-masing pejabat yang bersangkutan berdasarkan pertimbangan di masing-masing Senat Akademik.

Pada hal-hal tertentu, Fakultas dapat mengeluarkan keputusan tersendiri dengan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum atau peraturan-peraturan yang lebih tinggi.

Pedoman Akademik ini hakekatnya merupakan Hukum yang berlaku di Untirta dan wajib dipatuhi oleh seluruh Civitas Akademika Untirta.

 

 



Last Updated on Monday, 19 July 2010 17:58