Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Sistem Informasi Online

Download File

Informasi Bagi Dosen :

Dokumen Fakultas :

Sekilas FT Untirta
Written by Admin   
Thursday, 18 December 2008 09:11

Pendahuluan

FT. Untirta merupakan salah satu fakultas dalam lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Lokasi kampus berada dalam Kawasan Industri Cilegon yang terdiri dari berbagai industri logam berat, kimia, manufacture, engineering dan pembangkitan diantaranya PT. Krakatau Steel & Group, PT. Candra Asri, PT. Asahimas, PT. Tri Polita, PT. PLN (Persero) PLTGU Cilegon, PT. Indonesia Power UBP Suralaya dan sebagainya.

Secara geografis, Fakultas Teknik Untirta berada pada gerbang dan lintasan perdagangan Jawa – Sumatera serta lintas perdagangan internasional, yaitu dengan adanya pelabuhan penyeberangan ASDP di Merak serta beberapa pelabuhan internasional diantaranya Cigading, Bojonegara dan Krakatau Bandar Samudra. Secara administratif, Fakultas Teknik Untirta berada di Kota Cilegon dan Propinsi Banten yang terus berkembang.

Dalam penyelenggaraan kegiatan sebagai Perguruan Tinggi, Fakultas Teknik Untirta memiliki sistem manajemen yang diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi segenap civitas akademika untuk berkontribusi pada kemajuan fakultas. Sebagai acuan organisasi, Fakultas Teknik Untirta memiliki rencana strategis (RENSTRA) yang disusun untuk jangka waktu lima tahunan dan dijabarkan dalam rencana operasional tahunan. Mekanisme kerja dan penyelenggara proses pembelajaran yang dilakukan masing-masing jurusan saling berkaitan serta bekerja sama untuk mendukung visi, misi dan tujuan fakultas.

Sejarah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Sejarah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dimulai dari Yayasan Pendidikan Tirtayasa yang didirikan tanggal 1 Oktober 1980, berkedudukan di Serang, Banten. Pendirian yayasan ini dikukuhkan berdasarkan Akte Notaris Rosita Wibisono, SH. No. 1 tanggal 1 Oktober 1980, yang kemudian diadakan perubahan melalui Akte Notaris Ny. R. Arie Soetardjo, SH. No. 1 tanggal 3 Maret 1986. Maksud dan tujuan pendirian yayasan ini adalah : Membantu usaha-usaha pemerintah dalam bidang pendidikan umum, Mendirikan sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, termasuk juga sekolah-sekolah kejuruan, dan Merencanakan dan mengusahakan sarana pendidikan, serta sarana olah raga.

Nama Sultan Ageng Tirtayasa diambil dari nama pahlawan nasional yang berasal dari Banten yaitu Sultan Ageng Tirtayasa (Kepres RI Nomor: 045/TK/1970), pewaris Kesultanan Banten keempat, yang secara gigih menentang penjajahan Belanda dan berhasil membawa kejayaan dan keemasan Banten.

Pada awalnya Yayasan Pendidikan Tirtayasa Banten menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Teknologi (STT). Didirikannya Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) pada tanggal 1 Oktober 1981 merupakan embrio terbentuknya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sehingga tanggal ini dianggap sebagai tanggal berdirinya Untirta.

Untirta merupakan penggabungan dari STIH, STT dan STKIP, yang berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0596/0/1984 tanggal 28 Nopember 1984 ditingkatkan statusnya menjadi: Fakultas Hukum, Fakultas Teknik serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selanjutnya dengan keputusan Mendikbud RI Nomor: 0597/0/1984 ketiga Fakultas tersebut ditetapkan dengan status terdaftar. Kemudian Untirta berkembang dengan berdirinya Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi berturut-turut dengan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0123/0/1989 tanggal 8 Maret 1989 dan Nomor: 0331/0/1989 tanggal 30 Mei 1989, masing-masing dengan status terdaftar. Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 1999 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia No.130 tentang Persiapan Pendirian Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa. Dengan keluarnya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 tanggal 19 Maret tahun 2001 maka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menjadi Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

Saat ini Untirta terdiri dari 6 (enam) Fakultas yaitu Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekonomi (FE) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Adapun jumlah jurusan yang dimiliki sebanyak 20 buah dengan jumlah mahasiswa sebanyak 8846 mahasiswa. Secara keseluruhan selama kurun waktu 27 tahun antara tahun 1981 sampai dengan 2008, Untirta telah mewisuda 10190 sarjana.

Sejarah Fakultas Teknik Untirta

Fakultas Teknik Untirta merupakan salah satu fakultas yang menjadi cikal bakal berdirinya Untirta. Lahirnya Fakultas Teknik berawal dari gagasan jajaran direksi dan manajemen PT. Krakatau Steel (Bapak Ir. Djoko Subagyo dan Team). Fakultas Teknik terlahir sebagai wujud cita-cita masyarakat, ulama, cendekiawan dan para pemimpin se-wilayah Banten serta dengan dukungan PT. Krakatau Steel dan industri petrokimia di kawasan industri Cilegon.

Berdirinya Fakultas Teknik diawali dengan berdirinya Sekolah Tinggi Teknologi yang didirikan oleh PT. Krakatau Steel pada tahun 1982 dengan ijin penyelenggaraan untuk tingkat Sarjana Muda (Non Gelar) dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat Nomor: 040/1982. Kemudian pada tahun 1984 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0596/O/1984, Sekolah Tinggi Teknologi menggabungkan diri ke dalam Universitas Tirtayasa Banten.

Pada saat ini, Fakultas Teknik Untirta terdiri dari 6 jurusan Strata I yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Metalurgi, Teknik Industri, Teknik Kimia dan Teknik Sipil. Semua jurusan telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kecuali Teknik Sipil.

Selain keenam jurusan di atas, Fakultas Teknik Untirta mengembangkan dua unit pelaksana teknis di bawah fakultas yaitu Tirtayasa Profesional Development Center (TPDC) yang merupakan unit yang disiapkan untuk menjembatani hubungan antara kampus dengan industri serta unit Information Computer Technology (ICT) FT. Untirta yang merupakan unit layanan komputer dan sistem informasi bagi segenap civitas akademika dan masyarakat sekitar.

Sesuai dengan peralihan status Universitas Tirtayasa (semula swasta) menjadi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di lingkungan Depdiknas, maka pola pengelolaan kelembagaan secara otomatis mengikuti semua ketentuan dari Departemen Pendidikan Nasional.

Pada saat ini Fakultas Teknik Untirta telah memiliki fasilitas fisik yaitu berupa gedung aula, ruang kuliah berlantai tiga, ruang sekretariat, ruang dosen tetap, laboratorium, ruang perpustakaan, ruang koperasi, Masjid Al-Muta’alimin, ruang komputer, ruang workshop, ruang sidang sarjana, klinik, kantin mahasiswa, ruang himpunan mahasiswa jurusan, sarana olah raga dan sarana parkir yang luas.

Selain sarana perkuliahan juga diusahakan peningkatan/pengembangan sarana penunjang seperti penambahan koleksi buku di perpustakaan dan penambahan Instrument pendukung praktikum dasar. Disamping itu diupayakan pengembangan akses kerjasama fasilitas/sarana praktek di pabrik PT. Krakatau Steel Cilegon, Industri Pembangkit Tenaga Listrik dan industri petrokimia yang tersebar di kawasan Anyer-Merak-Cilegon-Bojonegara.

Last Updated on Thursday, 03 March 2016 21:58