Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Sistem Informasi Online

Download File

Informasi Bagi Dosen :

Dokumen Fakultas :

Sultan Ageng Tirtayasa - Keteladanan Sultan Ageng Tirtayasa PDF Print E-mail
Written by Kurnia Nugraha, ST. MT.   
Friday, 17 August 2012 15:36
Article Index
Sultan Ageng Tirtayasa
Masa Kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa
tahap Akhir Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa
Keteladanan Sultan Ageng Tirtayasa
All Pages

KETELADANAN SULTAN AGENG TIRTAYASA

Nilai-nilai yang dimunculkan dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagai seorang pemimpin, ia adalah pemimpin yang sangat amanah dan memiliki visi ke depan membangun bangsanya. Dilihat dari segi diplomasi, ia selalu menjaga jalinan kerjasama dalam bentuk politik maupun ekonomi yang saling menguntungkan. Munculnya VOC yang ingin memonopoli keadaan tentu membuat Sultan Ageng Tirtayasa gelisah dan melakukan perlawanan. Ia selalu konfrontatif dengan ketidakadilan, ketidakberesan dan selalu konsekuen dengan kebenaran yang dipegangnya. Ia juga kukuh memertahankan martabatnya termasuk ketika ia harus berhadapan dengan Sultan Haji, darah dagingnya sekalipun.

Sejarah keemasan kesultanan Banten, terjadi pada masa Sultan Ageng Tirtayasa sekitar kurun waktu periode 1651-1682 M. Kedaulatan politik dan ekonominya benar-benar membawa kesultanan Banten menjadi kekuatan dunia yang disegani dan berpengaruh di Asia. Sultan Ageng Tirtayasa adalah seorang pemimpin yang sangat visioner, ahli perencanaan wilayah dan tata kelola air, egaliter dan terbuka serta berwawasan internasional.

Dalam buku sejarah Banten yang ditulis oleh Claude Guiilot digambarkan bahwa, Sultan Ageng Tirtayasa adalah sultan Banten yang berinisiatif melakukan transfor-masi budaya dan pembangunan fasilitas fisik yang biasa berbasis kayu dan bambu menjadi berbasis batu beton. Untuk itu, Sultan tidak segan mengangkat seorang arsitek asal Cina bernama Cakradana sebagai pimpinan proyek dalam alih teknologinya. Bahkan untuk pembangunan bendungan untuk teknologi tata kelola air untuk irigasi persawahan mendatangkan seorang konsultan dari Belanda bernama Willem Caeff. Inilah potret seorang teknokrat visioner yang egaliter dan terbuka menerima IPTEK dari manapun datangnya untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Sultan dikenal sebagai ahli strategi perencanaan logistik andal di zamannya. Sultan membangun irigasi multifungsi. Irigasi bukan hanya untuk kepentingan ekonomi pertanian, tapi juga sebagai jalur transportasi dan pertahanan Negara. Sultan mampu menciptakan konsep terpadu dalam menyiapkan infrastuktur, sehingga keterbatasan diubah menjadi keunggulan. Sultan memiliki idealisme untuk melaku-kan perlawanan terhadap ketidakadilan dan kezaliman penjajah Belanda sampai akhir hayatnya.

Sultan Ageng Tirtayasa selain seorang ahli strategi perang, ia pun menaruh perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan agama Islam di Banten. Untuk membina mental para prajurit Banten, didatangkan guru-guru agama dari Arab, Aceh, dan daerah lainnya. Salah seorang guru agama tersebut adalah seorang ulama besar dari Makassar yang bernama Syekh Yusuf gelar Tuanta Salamaka atau Syekh Yusuf Taju’l Khalwati, yang kemudian dijadikan mufti agung, sekaligus guru dan menantu Sultan Ageng Tirtayasa.

Selain mengembangkan perdagangan, Sultan Ageng Tirtayasa berupaya juga untuk memperluas wilayah pengaruh dan kekuasaan ke wilayah Priangan, Cirebon, dan sekitar Batavia. Politik ekspansi ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa dengan tujuan untuk mencegah perluasan wilayah kekuasaan Mataram dan perluasaan kekuasaan VOC yang dilakukan dengan cara memaksakan monopoli perdagangan di Banten. Sultan Ageng Tirtayasa meneruskan usaha kakeknya mengirimkan tentara Banten untuk melakukan gangguan-gangguan terhadap Batavia sebagai balasan bagi tindakan VOC yang terus-menerus merongrong kedaulatan Banten. Pada 1655, VOC mengajukan usul agar Sultan Banten segera memperbaharui perjanjian damai yang dibuat tahun 1645. Oleh Sultan Ageng Tirtayasa usul itu ditolak karena selama VOC ingin menang sendiri, pembaharuan itu tidak akan mendatangkan keuntungan bagi Banten.

Usaha Sultan Ageng Tirtayasa baik dalam bidang politik diplomasi maupun di bidang pelayaran dan perdagangan dengan bangsa-bangsa lain semakin meningkat. Pelabuhan Banten makin ramai dikunjungi para pedagang asing dari Persi (Iran), India, Arab, Cina, Jepang, Pilipina, Malayu, Pegu, dan lainnya. Demikian pula dengan bangsa-bangsa dari Eropa yang bersahabat dengan Inggris, Perancis, Denmark, dan Turki. Sultan Ageng Tirtayasa telah membawa Banten ke puncak kemegahannya. Di samping berhasil memajukan pertanian dengan sistem irigasi ia pun berhasil menyusun kekuatan angkatan perangnya, memperluas hubungan diplomatik, dan meningkatkan volume perniagaan Banten sehingga Banten menempatkan diri secara aktif dalam dunia perdagangan internasional di Asia.



Last Updated on Monday, 20 August 2012 21:28